Menyeduh secangkir kata yang kebanyakan berisi lifestyle, beauty, parenting dan psikologi, yang semoga bermanfaat untuk orang lain

The Box. Beranikah Kamu Menghancurkan Pembatas Yang Menghalangi Jalanmu?

| on
Minggu, Mei 30, 2021
Film Korea The Box

Ada sebagian dari kita yang bisa memotivasi diri sendiri supaya kelebihan kita ini bisa dilihat bahkan diapresiasi oleh orang lain. Tapi ada juga sebagian dari kita yang ‘menunggu’ orang lain untuk menemukan (baik sengaja atau tidak sengaja) kelebihan yang kita punya.

Sebagian yang pertama, kebanyakan terjadi pada mereka yang mampu membentuk rasa percaya diri secara mandiri, mampu menyusun rencana step by step, dan siap untuk jatuh bangun atau terseok dalam perjalanannya.

Sedangkan yang kedua, kebanyakan memang terjadi pada orang-orang yang rasa percaya dirinya rendah. Sehingga dia butuh bantuan untuk keluar dari zona nyaman dan berani melakukan langkah pertama untuk merasakan apresiasi orang lain.

Kalian ada di sebagian yang pertama, atau sebagian yang kedua?


The Box. Beranikah Kamu Menghancurkan Pembatas Yang Menghalangi Jalanmu?


Film Korea 2021 berjudul The Box ini berkisah tentang seorang produser musik bernama Kim Min Soo (Jo Dal Hwan). Setelah dia berhasil membuat salah satu idol perempuan bernama Rothy naik daun dan mendapat tanggapan positif dari para penikmat musik, pergaulan Kim Min Soo semakin luas dan membuatnya terlena sehingga menjadi mudah percaya dengan orang lain. Kemudian dia ditipu, bangkrut, dan hutang semakin banyak.


Film The Box

Setahun dari kasus penipuan yang terjadi padanya, dia bertemu dengan Ji Hoon (Park Chanyeol), yang memiliki kemampuan bermain gitar yang luar biasa. Sebagai produser yang memiliki telinga yang bagus dalam mendengarkan dan mengakomodasi sebuah musik, Kim Min Soo akhirnya mengajak Ji Hoon untuk mengembangkan kemampuan bermusiknya.

Keuntungan yang Kim Min Soo tawarkan adalah, Ji Hoon bisa menunjukkan ke orang lain kemampuan bermusiknya yang luar biasa ke orang lain, sedangkan Kim Min Soo bisa kembali menjadi produser musik meskipun memulai lagi dari nol.

Tapi ada satu kendala, Ji Hoon memiliki kekurangan, yaitu tidak bisa tampil di depan orang lain. Jika dipaksakan, maka keringat dingin akan mengucur deras di badannya dan dia bisa pingsan. Kim Min Soo tidak habis akal. Dia membawa sebuah kardus bekas wadah kulkas dua pintu di hadapan Ji Hoon dan mempersilakan Ji Hoon bermain di dalamnya. Dengan begitu, Ji Hoon tetap bisa bermusik di depan orang lain tanpa perlu merasa takut.

Ji Hoon setuju, dan berjalanlah kontrak dengan Kim Min Soo untuk bermain musik sebanyak sepuluh kali di lokasi-lokasi yang sudah Kim Min Soo tentukan.

Apakah yang membuat Ji Hoon tidak bisa bermusik di depan orang banyak? Apakah Ji Hoon berhasil memainkan gitarnya di hadapan para penonton? Apakah Kim Min Soo berhasil kembali meraih kesuksesan?


Baca juga :


The Box. Sebuah Talenta Itu Perlu Ditunjukkan Ke Orang Lain


Setelah mengasah kemampuan yang kita miliki dengan melakukan latihan setiap hari, kita juga perlu menunjukan ke orang lain kemampuan kita ini. Bukan bermaksud untuk pamer, tapi supaya kebutuhan kita atas penghargaan dari orang lain bisa terpenuhi.


Pemeran Film The Box

Ji Hoon memiliki kepribadian yang tidak terlalu banyak menarik perhatian orang, tapi dia juga manusia yang memiliki kebutuhan untuk dihargai oleh orang lain. Jika merujuk pada teori kebutuhan Maslow, Ji Hoon juga membutuhkan pengakuan dan apresiasi dari kemampuan yang dia punya.

Sepertinya, hal ini akhirnya disadari oleh Ji Hoon setelah bertemu dengan Kim Min Soo. Awalnya, dia hanya dianggap sebagai seorang penjaga parkir biasa yang selalu bersembunyi di dalam kantor yang sempit dan sepi. Setelah tampil di beberapa lokasi sesuai perjanjian, dia akhirnya dikenal pelan-pelan sebagai pemusik dengan ciri khas yang berbeda.

Setelah bermain gitar di hadapan orang lain, dia menyukai tepuk tangan riuh serta pujian dari penonton, meskipun dia masih belum merasa nyaman untuk bermain gitar tanpa kardus kulkasnya. Dengan mata berbinar-binar, dia menikmati akhir yang menyenangkan setelah bermusik sambil membanggakan hal ini di depan Kim Min Soo.


The Box. Break Your Box!


Tidak mudah untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain atas kemampuan dan bakat yang kita miliki. Sebelum mendapatkan perhatian dan pengakuan, kita perlu mendobrak ‘penghalang’ yang menjadi tembok besar di depan kita.


Film Korea The Box


Ada sebuah percakapan Ji Hoon dengan Kim Min Soo yang membuat saya menyadari maksud dari film ini dibuat, dan mengapa mengajak salah satu member EXO dengan bakat yang luar biasa sekelas Park Chanyeol.



Saat di dalam mobil dan menyadari bahwa Kim Min Soo memiliki banyak hutang yang belum dia bayar, Ji Hon berkata pada Kim Min Soo yang saat itu sedang berada di depan kemudi, “Ingat yang Nana katakan padaku?”

Kim Min Soo melihat Ji Hoon sekilas, kemudian kembali berkonsentrasi pada jalanan yang ada di depannya. “Saat aku menutup mataku, aku melihat dunia yang lebih besar,” ucap Ji Hoon menirukan kalimat Nana, si pemilik suara indah yang juga sebagai pemilik bar di mana Ji Hoon kemarin bermain di sana.

Ji Hoon kembali berucap, “Mungkin aku takut meninggalkan kardusnya. Itulah kenapa aku (selalu) melarikan diri.”


Percakapan yang sederhana, namun bagi saya, percakapan ini adalah inti mengapa film The Box di buat. Orang-orang di balik pembuatan film ini ingin menunjukkan kepada para penonton, bahwa di luar sana, ada dunia dengan orang-orang yang mau menerima kemampuan yang kita miliki. Tetapi untuk menarik perhatian orang-orang ini, kita perlu terlebih dahulu memberanikan diri untuk menghancurkan penghalang yang ada di dalam diri kita, supaya kita siap menunjukkan ke orang lain bahwa kita memiliki kemampuan yang layak untuk diakui.


Park Chanyeol

Penghalang ini banyak rupanya. Contohnya saja rasa tidak percaya diri (minder), takut diejek, trauma masa lalu, dan kegagalan di masa lalu. 

Memang tidak mudah untuk menghancurkan penghalang ini. Kim Min Soo dan Ji Hoon memberikan gambaran ini pada kita. Ada banyak rencana gagal, ada banyak air mata, ada banyak kekecewaan yang harus mereka berdua hadapi. Tapi, dengan tekad yang kuat, dibarengi dengan hati yang siap, akhirnya mereka berhasil menarik perhatian orang lain.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature