Menyeduh manfaat dari secangkir kata yang kebanyakan berisi lifestyle, beauty, parenting dan sedikit tentang psikologi, yang semoga bermanfaat untuk orang lain

5 Manfaat Bermain Board Game Untuk Anak

| on
Kamis, Agustus 20, 2020

Tidak sedikit wali murid mengeluhkan anak-anaknya banyak menghabiskan waktu di depan gadget. Yang banyak dikeluhkan adalah berkurangnya waktu belajar dan interaksi dengan keluarga jadi tidak lagi seinten ketika mereka masih belum mengenal gadget.

Sebagai guru Bimbingan dan Konseling, saya mengerti betul kekhawatiran para wali murid. Karena saya pun juga berada pada fase ini. Siswa saya adalah generasi Z, sedangkan anak saya adalah generasi Alpha. Dan dua generasi ini sangat akrab dengan gadget sejak kecil. 

Tapi saya dan suami tidak mau menjadi orang tua yang mengeluhkan aktifitas bermain gadget anak kami kepada orang lain. Itulah kenapa, kami mengatur waktu bermain gadget mereka. Salah satunya adalah mengenalkan board game sejak dini. 

Board game adalah permainan fisik yang menggunakan papan permainan sebagai ‘lahan’ bermain dengan beberapa peraturan yang harus ditaati oleh masing-masing pemain. Bisa dimainkan dua orang saja, tapi lebih seru jika pemainnya lebih banyak lagi. 


Kenapa kami memilih mengenalkan board game, bukan permainan outdoor seperti gobak sodor, bentengan, lompat tali, atau yang lainnya? Tak lain alasannya adalah karena kami bisa ikut bermain juga. Kalau permainan outdoor tradisional, mereka butuh teman seumuran yang lebih bebas bergerak dan lincah. Sedangkan teman-teman mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan gadget-nya. 

Beberapa board game yang kami kenalkan ke Arya dan Fatin masih berkisar pada permainan yang kami mainkan sejak kami kecil. Monopoli, ular tangga, halma, dakon, magic bean dan karambol. Mengenalkan pada mereka pun, juga tidak diberondong langsung mak brek semua permainan, tapi kami mengkhatamkan satu permainan dulu, lalu beranjak ke permainan selanjutnya. Karena mereka berdua ini tipenya mudah bosan kalau diberi banyak informasi sekaligus, tapi akan semakin mahir kalau diberi informasi yang sama berulang-ulang. 

Sebelum bermain board game, tanamkan pada diri kita sebagai orang tua, untuk ikhlas mendampingi mereka bermain. Karena orang tua butuh meluangkan banyak waktu sebagai langkah awal keikhlasannya. 

Selain membantu orang tua mengatur gadget time pada anak, apalagi sih manfaat memainkan board game pada anak? 


Semakin Baiknya Interaksi Orang Tua dan Anak, Juga Anak dengan Saudara dan Temannya 


Yang paling saya cari dari manfaat bermain board game bersama anak-anak adalah semakin baiknya interaksi anak-anak dengan para pemain. Kami dengan anak-anak, interaksi Arya dan Fatin sebagai saudara, juga interaksi mereka dengan teman-teman mereka. 

Interaksi ini bisa terbentuk dengan mudah sambil makan cemilan anak yang murah dan sehat, atau sambil duduk dan tengkurap santai di lantai. Selain itu, anak dan pemain lainnya bisa saling interaksi tubuh. Misalnya, menjawil pemain lain yang tidak konsentrasi. Interaksi seperti ini, tidak didapatkan oleh anak saat bermain game online. 

Bermain board game juga membuat anak-anak melihat langsung emosi dan ekspresi lawan mainnya. Mereka akan tahu ekspresi gembira yang sampai bersorak-sorak karena menang, emosi sedih karena kalah, atau wajah yang kecewa karena ada yang curang itu bagaimana. Dengan begitu, wawasan mereka tentang emosi dan ekspresi wajah tentu semakin luas. Tingkat lebih tinggi lagi, mereka bisa menceritakan kondisi emosi diri dan lawan main kepada orang lain sebagai bentuk excited terhadap board game yang sudah mereka mainkan. 

Magic bean yang sekarang dipakai adiknya, Fatin.

Board Game Sebagai Media Pembelajaran Matematik 


Saat mengenalkan jumlah hitungan pada Arya saat TK dulu, saya menggunakan media dakon untuk mempermudah aktifitas ini. Pernah saya buat tulisan di sini, silakan membaca untuk tahu detail penggunaan medianya. 

Karena pengenalan aktivitas berhitung pada anak itu, berbeda dengan membaca dan menulis. Kalau membaca dan menulis, ada media sebagai pelengkapnya. Medianya mengikuti. Ada buku, alat tulis, bentuk huruf dan angka. Sedangkan menghitung, butuh media tambahan untuk mengenalkan. Anak butuh secara real mengetahui jumlah angka itu seperti apa, bukan lagi sekadar di jari atau di ‘awang-awang’ dalam pikiran saja. 


Misalkan saja, mengenalkan angka lima dengan menggunakan biji dakon sebagai medianya. Tulis saja bentuk angka lama di kertas. Kemudian ajak anak menghitung jumlah biji dakon sebanyak lima biji. Suruh mereka menghitung dari satu sampai lima. Setelah terucap kata lima, stop. Suruh anak menyingkirkan sisa bijinya, dan ajak anak menghitung ulang jumlah biji dakon yang sudah dihitung sebanyak lima itu tadi. 

Mudah bukan? 

Ini masih pengenalan angka lho, belum pengenalan penjumlahan. Apa bisa menggunakan dakon? Sangat bisa. Caranya? Coba diingat-ingat detail permainan dakon. Sambil santai-santai minum jus buah naga yang penuh manfaat dan membaca artikel ini saja, kita semua sudah paham bahwa dakon itu mengajarkan penjumlahan. Bahkan hasil akhir dari permainan ini, juga menggunakan penjumlahan sebagai bentuk penjurian. 

Selain dakon, monopoli juga mengajarkan pembelajaran matematik. Apalagi untuk anak yang sudah mengenal jumlah uang dan penghitungan uang dalam jumlah ribuan sampai ratusan. Kalau anak sudah paham dengan cara sederhana ini, menyuruh anak membeli tepung dan gula di warung tetangga, tidak perlu khawatir salah hitung kembalian. 


Mengajarkan pada Anak Tentang Peraturan Permainan 


Setiap permainan, memiliki peraturan. Peraturan dibuat, supaya permainan bisa berjalan dengan baik. Dan anak harus memahami konsep ini sebagai dasar pengetahuan sebelum mereka benar-benar dilepas di dunia nyata. 


Dengan bermain board game, anak akan memahami seluk beluk mematuhi peraturan. Seperti: 
  • Anak tidak boleh seenaknya sendiri. Anak harus belajar mengendalikan egonya, supaya permainan bisa berjalan dengan lancar tanpa pertengkaran. 
  • Anak juga belajar tentang untung dan rugi. Belajar reward and punishment. Ketika menang ada keuntungan yang dia peroleh, ketika kalah ada kerugian yang dia dapat. Ketika curang ada punishment yang dia dapat. 
  • Anak juga belajar bahwa setiap permainan, memiliki peraturan yang berbeda-beda. Tidak sama. Dan dalam kehidupan nyata nanti juga demikian. 
Arya yang kala itu nggak pernah bosan main ular tangga


Mengasah Kemampuan Strategi Pada Anak 


Meskipun banyak orang yang mengatakan kalau monopoli itu tergantung pada keberuntungan karena menggunakan hasil lemparan dadu, tapi monopoli juga mengajarkan anak berstrategi supaya tidak bangkrut

Seolah sederhana, supaya tidak bangkrut. Tapi dibalik kesederhanaan itu, anak diajarkan bagaimana menggunakan uang yang dia punya dengan bijak. Perlu tidak sih dia membeli tanah saat uangnya pas-pasan? Perlu tidak sih dia membeli perusahaan listrik dan perusahaan air? Perlu tidak sih dia membangun rumah di tanah yang murah ketika uangnya banyak? Dan banyak strategi lainnya. 


Awal-awal mengenal monopoli dulu, Arya sempat stres dan marah karena kalah. Ya wajar sih, karena dia belum memahami strateginya dengan baik. Pokoknya uang ada, semua dia beli. Ketika kena bayar kewajiban, dia teriak-teriak karena uangnya kurang. Tapi, semakin sering main, dia semakin mengerti strategi yang menguntungkan bagi dia itu bagaimana. 

Saat bermain halma pun juga seperti itu. Anak akan diajarkan strategi yang tepat untuk memindahkan pion supaya tanah yang kosong di papan halma cepat terpenuhi. Memindahkan pion pun tidak hanya maju jalan grak begitu saja. Anak diajarkan untuk membuka jalan supaya pion lain bisa berpindah dengan langkah yang banyak. 


Kesehatan Psikis Anak dan Orang Tua Tetap Terjaga 


Interaksi yang baik karena bermain board game, disebabkan karena penyaluran emosi yang baik. Anak dengan bebas menunjukkan emosi senang saat dia menang, atau emosi sedih saat dia kalah. Saat interaksi dengan anak semakin baik, maka kondisi psikis orang tua dan anak pun tetap terjaga dengan baik pula. 


Orang tua dengan bebas memberikan reaksi dari emosi anak itu tadi. Tentunya dengan cara yang tepat ya. Misalkan saja, kalau si anak sedih karena kalah, orang tua bisa menepuk-nepuk punggungnya dan tetap memberikan kalimat motivasi untuk terus berusaha sebaik mungkin. 

Hubungan seperti ini timbal-balik sifatnya. Bisa jadi si anak pelipur lara orang tuanya! Jadi, orang tua tidak perlu malu menunjukkan emosinya di depan anak saat kalah bermain. Dan anak juga akan dilatih untuk memberikan reaksi yang tepat saat orang tuanya menang atau kalah. Bagi saya pribadi, saya mengijinkan Arya dan Fatin memeluk saya saat saya kalah main ular tangga. Bonusnya, saya dapat pelukan dari mereka ^_^ 

Kebebasan anak untuk menunjukkan emosinya, akan memberikan efek sehat bagi mereka. Karena anak mendapatkan penyaluran yang tepat, serta anak mendapat reaksi yang tepat pula. Mereka diajarkan cara untuk menyalurkan emosi dan perasaannya dengan cara yang tepat, pada orang yang tepat pula. 
.
.

Semoga kita sebagai orang tua bisa lebih giat dan bijak lagi dalam mendampingi anak-anak kita dalam menggunakan ponsel.
34 komentar on "5 Manfaat Bermain Board Game Untuk Anak"
  1. Yes, main board game bisa jadi bonding dan menjaga kesehatan psikis orang tua adan anak. Belum lagi manfaat lainnya ya..Memang pas buat pemainan saat pandemi ini biar enggak gadget mulu mainnya

    BalasHapus
  2. Permainan board game yang melegenda dari jaman dulu sampe sekarang ya Bu guruuu. Ternyata banyak banget sisi positifnya, sambil belajar berhitung, bonding ibu an anak pun dapet banget ini. Apalagi kalo disuguhin cemilan jus buah nagaa, aku mau ikutaaan donk, otw...

    BalasHapus
  3. Halo mom. AKu punya congklak di rumah loh. Papan catur punya. Trus mainan ludo, halma, ular tangga malah sampai monopoli aku ada. Senang bermain bareng anak. Selain hiburan, bisa mengasah keterampilan dan otak juga. Jadi bermain sambil belajar itu menyenangkan :)

    BalasHapus
  4. Aihh iyaa main boardgame tuh emang seru banget. Saya sering main gini sama si sulung. Tapi repotnya tuh kalau si adek ikutan, dan malah ngerusuh hahahah.. ya kali jelasin aturan mainnya ke anak usia 2 tahun~

    BalasHapus
  5. Memang sih yaa banyak manfaatnya board game ini bagi anak. Yangpenting ortunya mau nemenin anaknya ya

    BalasHapus
  6. Anakku lagi senang sekali main monopoly dan ular tangga, seru banget kalau pas ini tuh kita berdua suka ketawa dan berantem sendiri.

    BalasHapus
  7. Hehe, aku lagi coba mengajari anak berhitung pakai biji dakon nih...Pernah coba yang ular tangga juga tapi gak pakai aturan naik-turun dulu, lanjut aja sampai finish...


    Ternyata permainan boardgame banyak manfaatnya ya

    BalasHapus
  8. Anak2 di rumah juga bertiga sering mian game board, hamori semuanya dibeliin sm ayahnya.
    Dulu waktu Utienya masih ada... Mrk sering2 main sama Utinya..
    Macem2 game board ini

    BalasHapus
  9. Mainan masa kecilku semua mbak, sekarang pun kalau ponakan main aku ikutan hihi. Catur suka banget dan sering main sama suami kalau lagi nyantai. Benar banget biard game solusi untuk mengalihkan anak dari mainan hp terus biar nggak candu

    BalasHapus
  10. Makasih sharingnya mak... Jadi pengen nambah koleksi boardgame, baru punya ular tangga aja, hihi...

    BalasHapus
  11. Kalo seumuran Aqla, cocok banget main magic bean dan dakon. Pernah banget bulan lalu aku nyoba beli ular tangga, main si Aqla tapi ya gitu anaknya nggak terimaan hahaha. Belum waktunya... Akhirnya ya sekedar berhitung aja xixi

    BalasHapus
  12. Wah iya dulu kita masih kecil kecil sering banget main beginian. Anak anka sekarang banyknya main game virtual ya, memang harus cari akal nih emaknya

    BalasHapus
  13. Agar tidak kecanduan gadget, anakku sering diajak baca buku dan bermain bersama seperti mengenal huruf dan angka, apalagi usianya masih tiga tahun bahaya kalau kecanduan. Game monopoli bisa membantu anak untuk berpikir kritis ya, Mba.

    BalasHapus
  14. Waah board game! Jadi nostalgia nih sama masa kecilku. Kerasa banget manfaat sama serunya, apalagi dulu sering main sama temen-temen yang rumahnya deketan sama rumahku hehe. Nanti kalau aku punya anak mau aku ajak main board game juga, biar nggak kecanduan sama gadget.

    BalasHapus
  15. Anakku nih mulai kecanduan ponsel semenjak di rumah aja. Sekarang kami sedang berusaha mengalihkan energinya untuk aktivitas fisik, karena pada dasarnya anak2 suka gerak. Nah, untuk motorik halusnya aku juga mulai kasih permainan edukatif sejenis ini. Alhamdulillah sangat membantu mengalihkan dari gadget.

    BalasHapus
  16. Board Game is good, simple and easy gamw. my kids like play this game. is cool and make we are closed eatc other when playing

    BalasHapus
  17. Kalau aku dan anak-anak sukanya main monopoli dan scrabble seru juga ya bermain bareng buat mengisi waktu selama di rumah saja ya...

    BalasHapus
  18. Emang seru sih mak. Jangankan board game.. Beberapa game lain kek kelereng aja bisa bikin ortu keasikan kadang. Haha

    BalasHapus
  19. Koleksi boardgameku banyak nih, kadang seadanya. Setuju manfaat board game banyak banget ya, kadang aku sambil ngajarin berhitung juga.

    BalasHapus
  20. Wah ternyata banyak ya manfaat board game untuk anak. Alhamdulillah, anakku suka dengan boardgame. Semoga mereka bisa mendapat manfaat-manfaat ini,

    BalasHapus
  21. Wah.. banyak juga ya manfaat main board game.. Main boardgame emang seru sih ya.. gak kerasa bisa lama banget mainnya.

    BalasHapus
  22. Board game yang baru aku kenalkan itu cuma puzzle papan yg 6500an itu 😂 pengen ngenalin juga ke board game yg lain secara bertahap, terutama dakon tuh biar mamah bisa ikut main 😂

    BalasHapus
  23. Jadi, kemarin ini Hana minta dibelikan board game.
    Dari yang biasanya bisa bikin sendiri dari kertas, akhirnya dia minta yang versi sungguhannya.

    Abinya anak-anak bilang "Biasanya bikin sendiri, Han.."
    Wkwkwk...

    Andaikan kami sudah tau manfaat dari bermain board game yaa..
    Coba kita pertimbangkan lagi niih... seru banget keknya main bareng skeluarga.

    BalasHapus
  24. Kalau anak-anakku suka main dakon mbak, diajari main catur katanya ribet aturannya.
    Iya, kalau ngajak permainan outdoor, mereka masih lincah lari-larian, eh saya sudah ngos ngosan

    BalasHapus
  25. jaman anak2 masih kecil seringlah main seperti ini

    BalasHapus
  26. Congklak, monopoli dan ular tangga adalah permainan yang sering aku mainkan dulu saat masih kecil. Pas ponakan udah ngerti main juga pernah beli dan ajak main, sayangnya gak ada konsistensi di rumah mereka, ujung-ujungnya "dipenjara" lagi sama hape hiks.

    Dan sesuai yang dibahas, manfaatnya buanyak banget padahal ya. Interaksi sama kawan, kejujuran, melatih otak dsb. Jadi pelajaran nanti jika aku sendiri punya anak :)

    BalasHapus
  27. Ternyata banyak banget manfaat dari board game. Auto ngelirik mideer board game yg isinya banyak tapi jarang dimainin, wkwkkw.

    Jadi pengen beli dakon ama monopoli deh.

    Kalau main monopoli sebaiknya diajarkan saat anak usia berapa?

    BalasHapus
  28. Nah, mending main board game ya mbak ketimbang main games di HP. Selain melatih kecerdasan juga bisa menghangatkan hubungan keluarga karena terjadi interaksi dengan anggota keluarga

    BalasHapus
  29. dari permainan board game kita juga belajar bagaimana mengatur strategi, sayangnya saya termasuk orang yang lemah dalam strategi, jadi suka kalah deh hahaha

    BalasHapus
  30. Wah iya..jadi ingat asyiknya bermain dakon, halma, ular tangga, dll.. Ternyata banyak manfaat juga ya.. Terima kasih sharingnya mba..

    BalasHapus
  31. baca tulisan ini saya jadi nostalgia jaman kecil, meskipun jadi gen Z dulu saya sering sekali bermain permainan di atas dengan teman" tetangga sekitar. Seneng kalau zaman sekarang masih ada orang tua yang aware untuk mengenalkan permainan tradisional ini dan menemani mereka bermain hihihi,

    BalasHapus
  32. Bermain board game bersama anak tentunya jadi mendekatkan anak dengan orangtua. Semisal main congklak atau monopoli bersama. Hal yang paling saya ingat semasa kecil adalah ketika bermain monopoli dengan papa saya, menyenangkan, serasa seperti teman, bisa saingan.

    BalasHapus
  33. Magic Bean itu beli, Ri?
    Anakku juga ketagihan beli boardgame. Jadi mereka selalu dapet jatah satu untuk memilih mainan kalau ada pencapaian tertentu yang mereka berhasil dapatkan.

    Tapi kalaupun gak sempat beli, mereka bikin sendiri.
    Di rumah kami, hal yang wajib ada adalah kertas HVS. Soalnya keduanya hobi gambar.

    BalasHapus
  34. Aku sangat setuju jika board game ini manfaatnya banyak sekali. Terlebih bisa mengajarkan anak soal peraturan ya mbak. Karena kadang kalau anak cuma dikasih tahu peraturan A, B dan C yg nggak boleh dilanggar. Mereka masih belum paham benar. Tapi melalui board game ini mungkin mereka bisa mengingat nanti ternyata ibu pernah ngajarin bahwa kita nggak boleh seenaknya. Ada aturan ketika melakukan sesuatu. Misal begitu gambarannya. Hihi...

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature