Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

Kesulitan-Kesulitan Saat Menulis di Blog

| on
Sunday, January 10, 2021

Menjadi blogger memang sebuah pilihan yang ternyata menyenangkan. Sering saya sampaikan begitu ke teman dan siswa saya. Beberapa teman sudah paham, bahwa saya memulai menulis di blog itu sebagai healing atas masalah besar yang saya alami dulu. Setelah melewati masalah itu, menulis di blog ternyata memang semenarik itu. Karena saya (dan blogger lainnya) dipersilakan untuk memilih dan menulis apa saja yang ada di otak kami. 

Tapi justru itu adalah tantangan, yang kalau tidak kami hadapi, hal yang paling parah terjadi adalah kami berhenti menulis. Iya, berhenti menulis! 

Meskipun kami dipersilakan memilih dan menulis apa saja ide yang ada di otak, sebenarnya menulis blog tidak semudah membalikkan lembaran buku. Karena ada proses kreatif saat menulis artikel yang kami lalui dan ada beberapa kesulitan yang harus saya atasi secara pribadi. 

Secara pribadi, ada beberapa kesulitan saat menulis di blog. Mungkin beberapa dari kalian kesulitannya sama, nanti silakan share di kolom komentar ya! 


TIDAK KONSISTEN MENULIS


Sebenarnya kesulitan terbesar dalam melakukan kebaikan adalah disiplin, yang dalam kata lainnya adalah konsisten. Padahal, sejak tiga tahun yang lalu, saya menanam niat dalam diri bahwa saya menulis di blog untuk menyampaikan kebaikan, meskipun hanya sedikit. 

Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain 
(HR. Ahmad, Ath-Thabrani ad-Daruqutni) 

Hadits ini menggema sekali setiap saya memikirkan ide-ide yang berkeliaran di kepala. Karena selain harta, saya ingin bermanfaat kepada orang lain melalui dua hal, yaitu saat saya mengajar dan saat saya menulis

Tapi sungguhlah, konsisten itu sulit. Bahkan setelah menulis target untuk menuliskan beberapa ide dalam satu bulan di buku jurnal, tetap konsisten itu sulit. 



Konsisten menulis di blog bagi saya ada dua, yang pertama konsisten untuk terus menulis, kapan pun dan dimana pun. Dan yang kedua konsisten untuk terus mengetik saat sudah di depan laptop. 

Kalau yang pertama, yang selalu menjadi alasan kegagalan adalah kekurangmampuan saya untuk mengatur jadwal sehari-hari. Saya harus membagi waktu antara mengajar, menulis, suami dan anak, serta kegiatan domestik di rumah. Tapi Alhamdulillah, sekarang mulai terbantu dengan bullet journal. Spread sheet di bullet journal benar-benar bisa membantu saat saya mulai oleng untuk menulis. Kapan-kapan ya, saya cerita tentang bullet journal

Kesulitan konsisten yang kedua, itu karena saya punya perhatian pendek alias perhatian saya mudah teralihkan. Entah teralihkan karena ramainya situasi di sekitar saya atau teralihkan karena ponsel yang selalu memberi notifikasi. Biasanya, saya atasi dengan menulis malam hari sebelum tidur atau dini hari, di saat benar-benar sepi dari keramaian dan notifikasi media sosial


KESULITAN MENULIS DENGAN JUMLAH KATA KURANG DARI 500 


Beberapa teman yang dekat dengan saya, mereka pasti memahami betul kalau saya ini cerewet. Saya suka bercerita apapun yang saya tahu, bahkan bisa dengan suara yang lantang. Dan itu ternyata menular saat saya menulis di blog. Saya suka menulis dengan jumlah kata yang banyak

Kata mbak Tika pemilik blog www.kotakwarna.com, saya ini tipe pemilik napas panjang. Iyap, sekalinya menulis, banyak yang ingin saya sampaikan. Bukan karena idenya yang banyak, tapi percabangan idenya yang banyak. Apa-apa ingin saya masukkan dalam tulisan saya, karena saya merasa selalu ada yang kurang jika harus terpotong di tengah-tengah. 

Kalau dapat job menulis dengan kata yang tidak terlalu banyak bagaimana? 

Alhamdulillah sih, sejauh ini belum pernah mendapatkan job menulis dengan jumlah yang dibatasi. Paling mentok, ada pembatasan minimal kata. Yang paling sering, brief yang saya terima tidak boleh menulis kurang dari 300 atau 500 kata. 

Tapi ya tetap, hasilnya bakalan panjang. Hahaha... 

Kadang kala saya merasa memang butuh direm kemampuan seperti ini, karena takutnya pembaca merasa bosan dengan tulisan saya. Ada dua cara yang biasanya saya lakukan. 

Yang pertama, menuliskan percabangan ide yang saya rasa benar-benar penting saja. Sedangkan percabangan ide lain yang tidak saya gunakan, saya keep dan saya tulis di jurnal. Siapa tahu bisa jadi kepala ide untuk tulisan baru. 



Cara yang kedua, menulis semua percabangan ide dalam satu tulisan tapi saya bagi menjadi dua artikel atau dua link. Cara seperti ini memang lebih mudah, karena saya sudah memiliki tulisan yang sangat panjang. Tinggal membagi dua dan memberi opening di masing-masing artikel supaya orang tahu kalau dua artikel ini saling bertautan. 

Tapi, sepertinya menulis dengan jumlah kata yang sangat banyak juga sering saya lakukan sih. Apalagi saat menulis dengan tema traveling. Tapi supaya pembaca tidak bosan, saya selingi dengan gambar dan penulisan kalimat yang menarik, seperti penulisan kalimat dengan huruf besar kecil dan penggunaan text highlight color
.

Sebenarnya ada beberapa lagi kesulitan saya dalam menulis di blog. Tapi karena kali ini saya sedang latihan menulis tidak lebih dari 1000 kata, jadi dua kesulitan ini dulu ya yang saya bahas. 

Kalau kalian, kesulitan menulis di blog apa saja? Share yuk di kolom komentar. Kalau bisa, sekalian cara mengatasinya ya. Siapa tahu, saya bisa belajar dari apa yang sudah kalian sampaikan. Salam. 
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature