Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

Definisi Bahagia: Guru BK vs Murid

| on
Saturday, September 05, 2020

Pada suatu hari di tahun 2018 lalu, tiba-tiba saya ditanya oleh salah satu siswa bimbingan saya, yang sedang melakukan konseling pribadi di ruang BK. 

“Apa yang buat Ibu bahagia setiap hari?”

“Hm, apa ya? Sepertinya banyak.” Jawab saya ketika itu.


Sambil memandang wajah saya dengan penuh ketegasan, dia berkata, “Aku rasa, aku sudah tidak merasakan kebahagiaan apa-apa sekarang, Bu. Rasanya aku ingin keluar dari masalah ini, tapi aku tidak mungkin meninggalkan ibuku sendiri di kota ini.”

Saya kaget dengan reaksinya, sekaligus merasa bersalah dengan jawaban saya.

Melihat mimik wajah saya yang berubah, dia menimpali, “Kebahagiaan tiap orang beda-beda kan, Bu? Ibu tidak perlu merasa bersalah ke aku.”

Kemudian saya tertawa kecil mendengar kalimatnya. Sebuah rangkaian kata dari gadis manis yang masih berusia 15 tahun. Sebuah kalimat yang menunjukkan dia lebih dewasa ketimbang usianya. Masalah yang bertubi-tubi datangnya di keluarga dia, tidak mengganggu proses belajarnya. Malah membuat dia lebih matang dalam berfikir ketimbang teman-temannya.

Dia juga tersenyum, kemudian tertawa.

Saya bertanya, “Kenapa kamu tertawa? Bukankah baru saja kamu bilang kalau kamu tidak merasa bahagia?”

Dengan membetulkan posisi duduknya dia menjawab, “Karena setidaknya ada Ibu yang mau menyimpan masalah terbesarku.”

Nyesss ...

Hati ini sepeti disiram es batu di siang hari yang panas. Sebuah kebahagiaan bagi saya sebagai guru Bimbingan Konseling, ketika ada siswa yang mengatakan dia nyaman berbagi dengan saya.

.
.


Sepenggal cerita yang buat saya kangen untuk berangkat ke sekolah dan bertemu siswa-siswa saya, seperti sebelum masa pandemi. Karena momen seperti ini, tidak bisa didapat oleh guru Bimbingan Konseling ketika melakukan pembelajaran dari rumah (PJJ dan BDR).

Salah satu kebahagiaan yang setiap hari saya rasakan ketika saya berangkat kerja. Meskipun membantu siswa-siswa yang memiliki masalah itu sedikit melelahkan, tapi ada sisi di mana saya merasa bahagia karena merasa berguna dan bermanfaat untuk orang lain.

Demikian. Hanya berharap semoga pandemi ini segera berlalu dan saya bisa bertemu dengan mereka kembali dalam kondisi sama-sama sehat.



26 comments on "Definisi Bahagia: Guru BK vs Murid"
  1. huhuhuhu, betul banget itu Mbak, rasanya bermanfaat bagi orang lain itu, benar-benar mengikis rasa lelah atau rasa lainnya.

    jadinya bahagia banget saat kita bisa melihat senyum di wajah orang lain, hanya karena kita bisa mengangkat keluar semua kesedihannya dengan meringankan bebannya.

    Semoga kita semua bisa selalu menjadi orang seberuntung yang selalu bermanfaat bagi orang lain, aamiin :)

    ReplyDelete
  2. Senengnya punya guru BK yg cantik dan pengertian kayak gini

    ReplyDelete
  3. Owh.. So sweet tulisannya.
    Singkat tapi padat.
    Ada nilai positif dari curhat murid ke guru BK ya, mereka jadi bisa mengutarakan perasaannya, sehingga gak lagi merasa ada beban.

    ReplyDelete
  4. Bu guruuuu, curhaatt dong :D
    Dirimu memang bakat jadi psikolog ya mbaa
    Anak2 tuh "Didengarkan" aja udah hepi ya

    ReplyDelete
  5. Baca ini jadi kangen disamperin murid Zuh. Meskipun kadang kalo ada masalah, sekali ada banyak banget sampe sibuk sendiri. Tapi yang kayak gini ni yang bikin bahagia, apalagi kalo semua udah beres, lega gitu rasanya.

    ReplyDelete
  6. ya ampun aku terenyuh banget dengan sekilas cerita di tulisan mba ini, memang baagia itu bisa dirasakan berbeda bagi tiap2 orang ya

    ReplyDelete
  7. Saya bisa bayangkan betapa anak itu bahagia menemukan seseorang yang bisa jadi tempat ia berbagi dan Mbak Ria juga bahagia karena merasa berguna dan bermanfaat bagi orang lain.
    Sebahagia retjeh saya yang baru saja di DM seorang mahasiswi tentang novel AMBA yang saya review di blog. Dia ada tugas mencari puncak, amanat...dll dari novel tsb.. Eh, dia ngajak saya diskusi, nanya benar enggak kalau begini. Dan di akhir chat, gadis yang tidak saya kenal sama sekali ini sampai tiga kali bilang terima kasih.
    Dan dia sudah berhasil bikin bahagia saya di hari ini:)

    ReplyDelete
  8. bener banget cik gu, definisi bahagia memang beda-beda setiap orang
    dan memahami bahagia juga merupakan proses bagi setiap orang
    definisi saat ini mungkin akan berkembang/berubah di masa depan

    ReplyDelete
  9. Memang menjadi guru itu ada kebahagian tersendiri ya mba bisa bertemu murid dan dicintai murid. Saya pun ada rasa kangrn mengajar murid2 kecil.

    ReplyDelete
  10. Kalau pengalaman saya malah kecewa ma guru BK sata masih sekolah. Pernah coba curhat, tapi diabaikan. Gurunya cuma suka ngajar teori.

    Padahal ya menurut syaa peran guru BK justru harus dekat dengan murid. Setidaknya kalau ada yang curhat didengarkan. Apalagi masa remaja kan emosinya masih bergejolak

    ReplyDelete
  11. Aku ikutan nyesss bacanya liat jawaban siswamu mba.
    Sebenarnya bahagia itu gak melulu berupa materi ya, hanya menjadi tempat curhat nagi orglain saja sudah bisa

    ReplyDelete
  12. yaampun mak aku berharap guru BK aku dulu kaya mak. guru BK aku dulu galak banget dan seringnya malah bikin problem antar murid.

    ReplyDelete
  13. Ketika diri kita bermanfaat bagi orang lain, rasanya nyaman sekali di hati dan jadi bersemangat di awal hari untuk bekerja ya, Mbak. Semoga Covid cepat berlalu, kita semua sehat senantiasa, supaya bisa kembali ke kegiatan normal masing-masing, Aamiin :)

    ReplyDelete
  14. Menjadi bahagia adalah pilihan. Dan menjadi seseorang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain tentu menjadi kebahagiaan tersendiri yang tak ternilai..

    ReplyDelete
  15. Riaaa...
    Senangnya ada anak-anak yang terbantu yaa..
    Semoga Ria sehat selalu. Meski belum bisa bertatap muka, anak-anak ada yang sampai chat via wa gitu gak?

    ReplyDelete
  16. Masya Allah, Mbak, senangnya bisa berguna dan bermanfaat untuk orang lain. Semoga berkah ya...

    ReplyDelete
  17. guru BK menurutku penting sih buat mendampingi perkembangan anak secara psikologis meskipun kadang dulu tuh ada yang gak suka karena kalo ke guru BK biasanya ada masalah badung atau lainnya,,, padahal pendampingannya itu penting

    ReplyDelete
  18. Cita-cita dulu ingin jadi guru BP. Diusia siswa itu rasanya kadang mereka hanya butuh untuk didengar ya Mba.

    ReplyDelete
  19. Guru BK banyak jasanya lho di kehidupan aku. Dulu zaman SMP,aku sering ditegur, sebel banget aku sama guru BK. Wkwkwkw. Abisnya bandel. Anak bandel memang gimana ya sama guru BK. Nah pas SMA yang berasa banget. Aku diarahin sejak kelas 1. Jadinya terpacu untuk berprestasi. Pas mau milih kuliah juga guru BK yang banyak ngarahin.

    ReplyDelete
  20. Wah mba Ria ternyata guru BK ya. Memang kalo guru BK gak bisa ikut daring karena bukan bagian pembelajaran materi ya

    ReplyDelete
  21. Barokallah ya Mam, sehat selalu dan semangat terus. Mudah-mudahan pandemi lekas berlalu, dan bisa seperti semula. Guru menjadi profesi yang paling aku incer ehehe tapi nggak kesampaian.

    ReplyDelete
  22. Aamiin semoga segera berlalu ya biar ceper ketemu murid2nya. Senangnya menjadi guru yg nyaman buat muridnya. Setelah dirasa nyaman pasti dia akan berbagi selanjutnya dengan kita dengan rasa yg sama bahkan bisa lebih nyaman.

    ReplyDelete
  23. dewasa sekali pemikirannya untuk anak 15 tahun ya mak.. alhamdulillah masih ada bu guru BK kaya mak ria yg bisa ngebuat anak curhat dengan nyaman.. semangat terus ya bu riaaaaa

    ReplyDelete
  24. Masya Allah.. cerita singkat namun mengena di hati. Kebahagiaan tiap orang memang beda-beda ya Mbak ukurannya. Dan, datangnya pun seringkali enggak kita sangka. Seperti dari pemikiran anak 15 tahun itu :)

    ReplyDelete
  25. Aku juga kangen nih ketemu teman-teman kayak jaman ngantor dulu. Meskipun terkenal galak di kantor, entah kenapa teman-teman hobi curhat ke aku lho mba. Mulai dari masalah dengan pacar, masalah KDRT sampai curhat tentang masalah dengan sesama teman ngantor. Kadang bisanya ya ndengerin aja, kadang klo bisa ya bantuin kasih solusi. Wah waahh... udah kayak tong sampah aja deh dulu. Tapi seneng lho. Aku termasuk orang yang suka mendengarkan curhat orang, tapi akunya sendiri ga suka curhat ke orang lain. :)

    ReplyDelete
  26. Dewasa sekali muridmu mbaa.. tapi benar kita harus selalu bersyukur agar bisa tetap bahagiaa

    ReplyDelete

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature