Blog milik Ria Rochma, blogger Gresik, Jawa Timur. Tulisan tentang parenting, gaya hidup, wisata, kecantikan, dan tips banyak ditulis di sini.

Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan di Rumah

| on
Selasa, Juni 07, 2022
Sebenarnya, saya termasuk orang yang tidak pandai dan nggak mau susah-susah pelihara hewan di rumah. Selain karena tidak mau ribet, saya punya alergi debu dan bulu. Anak-anak beberapa kali merayu untuk memelihara kucing atau burung, tapi saya nggak mau karena takut kucing, dan tidak mau repot-repot membersihkan kandang burung.


Suami sering kali membujuk dengan memberi tahu manfaat memelihara hewan peliharaan di rumah. Tetapi saya tetap bergeming meskipun dia tiba-tiba membeli tiga akuarium untuk diisi berbagai jenis ikan. Yang heboh anak-anak, karena merasa mendapat sinyal boleh memelihara hewan peliharaan.

Hingga suatu hari, suami dan Arya menemukan seekor anak kucing berbulu oranye yang terjatuh di dalam selokan di depan rumah dan tidak bisa keluar sendiri. Karena kasihan, kucing ini ditolong dan dijaga sampai kondisinya dirasa baik-baik saja. Kemudian, yah, mengalir begitu saja. Akhirnya anak kucing ini menjadi peliharaan anak-anak dan mau tidak mau, saya mengijinkan. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana bahagianya dua anak itu.

Anak kucing ini diberi nama Orenji, nama yang tercetus tiba-tiba saja karena bulunya berwarna oranye. Memelihara Orenji tentu dengan syarat dong! Merekalah yang memberi makan, membersihkan kandang, dan mengajak Orenji bermain. Karena saya dan Arya punya alergi bulu, saya tidak mengijinkan Orenji tidur di dalam rumah dan naik-naik ke atas kasur.


Hingga Orenji besar, ternyata memang apa yang dikatakan suami saya tentang manfaat memelihara hewan peliharaan di rumah, semuanya benar. Ditambah ada beberapa manfaat juga untuk saya pribadi, diluar apa yang dikatakan suami saya.


Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan di Rumah


Melatih Empati Anak dengan Memelihara Hewan di Rumah


Salah satu kriteria anak memiliki hubungan sosial yang baik adalah memiliki empati yang baik, yang tidak hanya pada sesama manusia tapi juga makhluk Allah yang lainnya. Dengan memelihara Orenji di rumah, anak-anak jadi lebih berempati dengan kondisi hewan peliharaannya.

Pernah suatu hari Orenji sakit, dan merekalah yang berinisiatif membawa ke dokter hewan dan paling semangat mendengar penjelasan dari dokter perihal sakitnya. Saat Orenji mulai tampak kotor, mereka juga yang mengusulkan untuk dibawa ke grooming. Atau ketika ada ikan yang mati, mereka juga yang ribut ke suami supaya jasadnya segera diambil dan tidak membuat ikan lain stres.



Memelihara Hewan Bisa Melatih Kedisiplinan Anak


Kedisiplinan memang harus dibiasakan sejak kecil. Sebenarnya, dengan memelihara hewan, anak-anak bisa dilatih kedisiplinannya melalui pemberian jadwal harian pemeliharaan. Contohnya, jadwal memberi makan, membersihkan kandang, memandikan, bahkan mengajak bermain.

Tampaknya sepele, tapi jika dilakukan secara terus-menerus, tanpa anak-anak sadari, akan membentuk kebiasan baik baru yang dilakukan setiap hari. Selain melatih kedisiplinan, memelihara hewan juga bisa untuk melatih tanggung jawab anak. Apalagi jika memelihara hewan dikarenakan keinginan mereka sendiri dan kita memberikan peraturan pemeliharaan supaya mereka tidak lalai dengan tugasnya.



Memelihara Hewan Bisa Membantu Mengurangi Ketakutan Pada Hewan


Ketakutan saya pada kucing mungkin tidak sebesar teman-teman yang benar-benar memiliki phobia. Tapi saya sering risih pada diri saya sendiri jika saya sudah mulai merinding, teriak atau beberapa kali kelepasan menangis kalau ada kucing yang mendekat. Bayang-bayang pernah dicakar kucing hitam besar saat masih kecil, membuat saya memilih menghindar jika berpapasan dengan kucing.

Suami saya pernah berkata ba/hwa salah satu cara supaya saya tidak takut kucing adalah dengan memeliharanya sendiri di rumah. Awalnya saya merasa denial bahwa cara ini tepat, wkwkw. Tapi ternyata, kata-kata suami saya itu terbukti setelah ada Orenji di rumah.

Awalnya, saat ada Orenji, saya suka marah-marah kalau dia mulai masuk ke zona nyaman saya yaitu kamar utama. Lama-lama, intensitas ngomel-ngomel saya berkurang dan saya jadi terbiasa ada Orenji berkeliaran di dalam rumah atau bermain bersama anak-anak. Dulu, saya suka tiba-tiba teriak kalau Orenji tiba-tiba mendekat ke saya. Tapi sekarang, saya sudah berani menyentuh badan Orenji dengan kaki meskipun belum berani menggunakan tangan.

Sekarang, saya juga memberi Orenji makan dan mengingatkan anak-anak kalau mereka lupa dengan jadwal hariannya, juga ikut gelisah saat Orenji tidak pulang ke rumah saat musim kawin. Sebuah perubahan besar dalam hidup saya juga sih sebenarnya. Saya bersyukur untuk itu.
29 komentar on "Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan di Rumah"
  1. Kucing menjadi hewan peliharaan kesayangan memang kalau lihat tingkahnya yang ucul sama sifat manjanya hemm ga tega biarin dia terlantar. Terima kasih sharingnya, sangat bermanfaat!

    BalasHapus
  2. Anakku nih yang suka banget sama kucing, cuma aku masih nggak ngizinin. Masih trauma aja digigit kucing haha...Aqla main sama kucing kl pulang ke rumah ibuku, disana banyak banget kucing hahaha

    BalasHapus
  3. Aku juga tidak punya hewan peliharaan, samaa, karena alergi bulu dan karena takut juga. Satu-satunya yang pernah dipelihara adalah ikan hias. Ada beberapa kucing yang suka keluar masuk rumah, entah kucing darimana. Tidak kupelihara, cuma beri makan saja di pekarangan depan.

    BalasHapus
  4. Dennise Sihombing10 Juni 2022 09.45

    Aku juga pelihara hewan di rumah mom, 2 dog. Dari baby, kebetulan anak-anakku sudah gadis jadi di rumah seperti ada teman ya. Selain sebagai satpam di rumah, ini hiburan juga. Bruce & Hero namanya, mereka kami rawat dengan sepenuh hati

    BalasHapus
  5. anakku kepengen banget pelihara kucing, tapi karena aku dan suami bekerja lalu gak ada pembantu rumah tangga jadi khawatir ketika aku dan suami kerja dan anakku sekolah gak ada jagain kan

    BalasHapus
  6. Waktu anak-anak masih kecil saya juga ogah memelihara hewan Mbak. Karena yang ketiban pulung membersihkan kotorannya pasti saya, sang mama. Nah ternyata lama-lama gak tega juga ketika anak-anak merengek terus, mulai lah kami memelihara ayam hutan. Emang sih yang kebagian membersihkan kadang tetap saya,tapi dari sana kelihatan betapa anak-anak mencintai hewan peliharaan mereka. Melakukan apapun agar ayam-ayam mereka tetap sehat dan tampak cantik :)

    BalasHapus
  7. Ha ha haaa tos, samaaa!

    Aku sekeluarga awalnya "anti kucing" juga, ga cuman males mainan kucing tapi kesel kalo ada kucing! Eh satu ketika si abang Dio - yang sering sendirian di rumah- memperkenalkan kucing-kucingnya 3 bersaudara, masih pada bayi sih waktu itu. Loh kok jadi sekarang aku jatuh cinta dan anak-anak (terutama anakku perempuan yang benci banget sama kucing) juga jadi sayang banget sama kucing-kucing mereka ini. Alhamdulillah

    BalasHapus
  8. Anak-anak saya terkadang minta pelihara kucing. Tetapi, saya belum sanggup. Paling saya sarankan kasih makan aja kucing di jalan. Apalagi beberapa ekor kucing pada betah di teras rumah. Jadi paling di rumah kami pelihara ikan aja.

    BalasHapus
  9. Manfaat positif dari memelihara hewan juga saya rasakan di rumah saat memelihara kucing sejak tahun 2012 deh kayaknya. Anak-anakku dari kecil memang sudah suka sama hewan-hewan, ga ada takut. Mungkin karena pas kecilnya udah sering saya ajak ke kebun binatang kayak Ragunan dan Taman Safari. DI TMII juga ada. Makanya pas melihara kucing pada seneng banget. Suamiku yang tadinya ga mau, akhirnya jadi suka dan sayang sama kucing. Pas kucingnya mati karena ditabrak mobil tetangga, semua orang di rumah pada sedih dan nangis :D

    BalasHapus
  10. Ibarat pepatah, kalau dengan hewan saja sayang, apalagi terhadap manusia. Dan sejauh ini saya beserta keluarga suka menilai atitude seseorang dilihat dari bagaimana dia memperlakukan binatang di sekitarnya

    BalasHapus
  11. Mungkin saya juga perlu nih memelihara kucing. Saya sih enggak takut, cuma ya itu, enggak suka kalau dia memasuki ruang prinadi saya. Kalau enggak kucing itu suka 'ngusel', dan saya risih.

    BalasHapus
  12. Zaman kuliah aku nggak hanya pelihara kucing di rumah tapi di kosan juga, bagiku kucing ini teman alias bestie malah kadang aku ajak ngobrol hehe taoi beneran loh kucing kayaknya ngerti suasana hati tuannya

    BalasHapus
  13. I feel you, Mbak. Pernah ngerasa khawatir pas kucing gak pulang karena pergi kawin

    Btw, aku baru setahunan ada kucing. Gak niat pelihara sebenarnya. Eh sekarang udah berani dong pegang-pegang. Dulu mah ogah banget

    BalasHapus
  14. Piara hewan banyak faedahnya ya mbaaa

    Anakku sekarang juga piara kucing.
    Bener² bs ningkatin empati juga

    BalasHapus
  15. Banyak memang ya manfaat memelihara hewan di rumah. Terutama buat anak-anak. Anak-anakku juga sekarang jadi lebih berempati setelah punya kucing. Hatinya sensitif. Dulu sebelum punya, mana pernah mereka bisa begitu.

    BalasHapus
  16. Anakku sukaa pelihara hewan maak suami jg, tp emaknya yang gamauu karena bau capek nambah kerjaan.
    Pernah pelihara kucing krn kami sering pergi2 ditinggal dirumah sdh disediakan makan minum...

    OMG pulang2 kotorran dimana2 kapokk skrg pelihara ikan di aquaroum aja

    BalasHapus
  17. Memang manfaatnya banyak memelihara hewan peliharaan terutama buat anak-anak. Dan alhamdulillah termasuk bisa hempaskan ketakutan sebelumnya akan kucing ya Mba
    Anak saya minta izin pelihara kucing juga Mba, saya belum izinkan. Selain keduanya adalah pengidap asma yang pencetusnya termasuk bulu/rambut binatang, juga karena kami kalau pergi -mudik - misalnya bisa 1-2 minggu, jadi rumah kosong. Dulu pernah pelihara hamster dititip ke satpam, kami pulang, eh mati semua hamsternya:(

    BalasHapus
  18. Ya Allah, sama banget, Ri..
    Kalau aku mungkin karena dari keluarga yang gak suka kucing yaa.. Ibuku suka sebel kalau ada kucing, karena suka meninggalkan "tanda" berupa cairan atau benda padat ((hehehe)) di pot bunga kesayangan beliau, sehingga bau dan meninggalkan beban kerja buat beliau yang hobi berkebun.

    Sehingga setiap ada kucing suka selalu sedia ember berisi air dan menyiramkannya. Kadang kalo gak ada air, suka lempar sendal, meski gak akan sengaja dikenain ke kucingnya.

    Dari situ, aku jadi ikutan geli dan menghindar kalau ada kucing.

    Qodarulloh, Riaa...
    Suamiku tuh pulang kerjaannya kalau sedang padat, pulangnya bisa dini hari. Dan kalau gak aku bukain pintu ((saking lelapnya)), beliau ngobrol sama kucing di depan pintu sambil duduk-duduk.

    Awalnya aku pikir telponan, kok pagi-pagi gitu yaa??
    ((suudzon))

    Ternyataaaa...
    Ya Allah...

    Sejak itu, perlahan kasih makan kucing dan jadi terapi buat anakku yang pertama juga Ri.. Kata dokter, kudu dideketin hewan berbulu, agar ada motorik yang biasa mengelus dan akhirnya sampai sekarang, kami punya "kucing penunggu rumah".

    Hehhee..maaf yaa..
    Jadi satu blogpost sendiri komenan aku. Saking aku terharunya sama pengalaman kita yang mirip-mirip.

    BalasHapus
  19. Menumbuhkan rasa empati pada anak sejak dini merupakan suatu hal yang sangat penting dilakukan oleh orang tua, karena ketika dewasa mereka akan menjadi orang yang lebih peka terhadap lingkungan sekitar terlebih terhadap keluarga nya.

    BalasHapus
  20. Haloo Orenji. anakku juga seneng banget sama hewan peliharaan. tadinya mau pelihara kucing, tapi mereka belum mau untuk urus litterbox. Jadi dibelikan hamster aja, yang urusan buang airnya gak terlalu ribet

    BalasHapus
  21. Haloo Orenji. anakku juga seneng banget sama hewan peliharaan. tadinya mau pelihara kucing, tapi mereka belum mau untuk urus litterbox. Jadi dibelikan hamster aja, yang urusan buang airnya gak terlalu ribet

    BalasHapus
  22. Anak jadi bertanggung jawab juga yaaa. Dulu anakku pernah dapet kelinci lucuuu banget namanya Brownie. Masih kecil sih, eh taunya kabur malam-malam dan kehujanan huhuhu. RIP.

    BalasHapus
  23. Dari kecil saya pelihara kucing mba, sayaaang banget sampai ada yang selalu saya ajak bobok bareng. Setelah remaja udah ga sempet lagi merawat kucing, plus trauma setiap kali kehilangan pus kesayangan. Dulu kan belum jaman bawa kucing ke dokter, jadi tiap kali harus menyaksikan kucing kesayangan sakit kemudian mati hiks... sedihnyaaaa luar biasa.

    BalasHapus
  24. Nama yang gemesih, "Orenji".

    Iya ya, memelihara peliharaan bisa mengajarkan empati bahkan bukan untuk anak anak, tapi orang dewasa juga.

    Asiknya kucing gini, gampang diajak komunikasi sebenarnya.

    BalasHapus
  25. Salut banget loh sama orang yang mau memelihara hewan peliharaan di rumah. Kalau saya ngrasa nggak sanggup ngurusnya. Kalau ngasih makan doang oke lah, tapi kalau membersihkan BAB/ketika anabul sakit kayaknya nggak sanggup hehe

    Tapi bis baca tulisan mba Ria ini jadi kepikiran. Mungkin kalau anak dah agak gede, bisa dipertimbangkan lagi hehe

    BalasHapus
  26. Mengajarkan kedisiplinan untuk anak dg cara memelihara hewan itu tepat banget. Melatih mereka peduli juga terhadap yang lainnya.

    BalasHapus
  27. Naaahhhh sampai sekarang aku belum tergerak nih hatinya untuk mengiyakan permintaan krucils untuk melihara hewan. Karena ya itu mba, aku gak suka ribet ngurusinnya. hihihi. Padahal ternyata manfaatnya banyak ya.

    BalasHapus
  28. masya Allah, anak-anakku juga suka banget memelihara kucing dan kucing dibikin kandang, kasih makan dll. Tapi, kalau BAB sembarang ini jadi kesel karena kena baju dll.

    BalasHapus
  29. Aku suka kucing. Tapi gak berani megang. Suami trauma sama kucing karena pernah dicakar waktu masih kecil dan anak anak jadi ikutan takut juga. Pengen sih pelihara kucing tapi kayaknya mustahil. Nanti suami bisa bisa gak pulang ke rumah. Jadi pengen pelihara hewan juga buat anak anak. Manfaatnya memang bisa buat melatih empati anak dan disiplin. Kura kura kayaknya bagus ya. Gimana? Hehe

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature